{"id":747,"date":"2021-07-22T15:33:22","date_gmt":"2021-07-22T15:33:22","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/cari-seragam-medis-ini-kriterianya\/"},"modified":"2026-07-28T04:42:45","modified_gmt":"2026-07-28T04:42:45","slug":"cari-seragam-medis-ini-kriterianya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/cari-seragam-medis-ini-kriterianya\/","title":{"rendered":"Cari Seragam Medis? Ini Kriterianya"},"content":{"rendered":"<p><b><strong><a href=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/\">PTSansan.co.id<\/a><\/strong><\/b> &#8211; <span style=\"font-weight: 400;\">Anda mungkin kerap bertanya-tanya, mengapa seragam petugas medis dibuat begitu sederhana dengan model serta warna yang tak banyak variasi juga. Rupanya, pakaian medis yang didesain sesederhana mungkin memang sudah menjadi aturan di dunia kesehatan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada hal yang lebih krusial daripada sekadar model dan warna?<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6555 aligncenter\" src=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-1.jpg\" alt=\"\" width=\"214\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-1.jpg 214w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-1.jpg 731w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-1-768x1075-1.jpg 768w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-1.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 214px) 100vw, 214px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seragam petugas medis rupanya menerapkan teknologi tertentu agar para tenaga kesehatan bisa merasa tetap nyaman dan tidak mengalami iritasi pada kulit. Mengingat seragam medis itu biasanya digunakan seharian oleh petugas kesehatan, berikut syarat yang harus diperhatikan jika hendak membuat <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Seragam\">seragam<\/a> medis<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b> Anti Air dan Anti Debu<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seragam petugas medis haruslah mencerminkan kebersihan dan kerapihan, baik itu secara institusi maupun pribadi. Di zaman serba teknologi ini, pakaian medis mulai menerapkan teknologi anti air dan anti debu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan teknologi ini, pakaian medis diharapkan mampu memberikan proteksi yang maksimal terhadap penggunanya dari paparan virus maupun penyakit menular lainnya, termasuk yang sedang mewabah belakangan ini, Covid-19.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Bebas Fluorocarbon<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu inovasi di bidang tekstil yang khusus dirancang untuk kain seragam petugas medis adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fluorocarbon Free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang mana merupakan suatu konsep penyempurnaan anti air. Dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fluorocarbon Free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kulit pengguna seragam medis akan terhindar dari berbagai kanker kulit dan penyakit kulit lainnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Warna Kain<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6556 aligncenter\" src=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-2.jpg\" alt=\"\" width=\"214\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-2.jpg 214w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-2.jpg 731w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-2.jpg 768w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-2.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 214px) 100vw, 214px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rata-rata seragam petugas kesehatan, terutama yang bekerja di lingkup rumah sakit, memiliki warna dasar putih. Hal ini rupanya ada tujuannya, yaitu agar mudah dikenali sebagai petugas dan agar noda yang menempel terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya itu saja, warna putih juga melambangkan kebersihan, sehingga para petugas kesehatan yang menjadi garda terdepan ketika menghadapi pasien akan memiliki citra bersih dan rapi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Jenis Kain<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><b style=\"font-size: 14.4px;\">1 Kain Katun<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk seragam medis sendiri, biasanya menggunakan bahan katun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">waterproof,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yakni sejenis kain katun yang memiliki lapisan anti air yang kuat. Kain katun ini juga rupanya bisa digunakan untuk bahan dasar masker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kain katun anti air ini sangat berguna bagi pengguna yang memiliki kulit sensitif karena serat alami yang terkandung di dalamnya mampu mencegah iritasi. Selain itu, kain ini juga bisa menjaga suhu tubuh agar tetap hangat di musim dingin sekali pun. Dengan sifatnya\u00a0 yang anti lembab, kain katun dapat menghambat pertumbuhan bakteri di tubuh penggunanya.<\/span><\/p>\n<p><strong>2 Kain Rayon<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kain katun, kain rayon juga bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan seragam medis. Biasanya, Tetoron Rayon atau TR <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">waterproof<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah bahan rayon yang paling banyak digunakan. Sama seperti katun, kain TR <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">waterproof <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga memiliki sifat anti air karena memiliki serat sintetis atau alami sebagai hasil regenerasi selulosa.<\/span><\/p>\n<p><b style=\"color: #333333; font-size: 14.4px;\">3 Polyester<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6557 aligncenter\" src=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-4.jpg\" alt=\"\" width=\"214\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-4.jpg 214w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-4.jpg 731w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-4.jpg 768w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/PT.-Sansan-Cari-Seragam-Medis-Ini-Kriterianya-4.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 214px) 100vw, 214px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kain polyester juga ternyata bisa digunakan sebagai keperluan seragam medis. Namun ingat, yang digunakan adalah polyester anti air yang telah dilaminasi, atau semacam dilapisi fitur anti air berbentuk balon, sehingga tidak mudah tembus air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain ketiga jenis kain itu, ada pula jenis kain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">American drill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang kerap digunakan untuk kegiatan di ruang operasi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b> Model Seragam Petugas Kesehatan<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baju untuk kegiatan operasi ini juga harus didesain sesimpel mungkin agar memudahkan petugas medis ketika melakukan kegiatan mengoperasi pasien. Selain itu, model pakaiannya pun tidak boleh menyulitkan pemakainya. Dengan begitu desain sederhana ini dapat meringankan gerak dokter dan perawat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa kriteria seragam medis yang harus selalu diperhatikan. Tenang, jika Anda sedang mencari vendor untuk pembuatan seragam perawat atau tenaga medis, apalagi dalam jumlah partai, jangan ragu untuk segera menghubungi kami di PT Sansan Saudaratex Jaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PT Sansan Saudaratex Jaya sendiri telah dipercaya di tingkat mancanegara dalam menangani job order, makloon, atau CMT untuk semua proses pengerjaan tekstil yang ada di dalam fasilitas pabrik kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan kami telah berkembang pesat dan saat ini telah memiliki lebih dari 5000 karyawan di 4 lokasi pabrik. Karenanya, kami mampu menghasilkan berbagai jenis garmen, dengan berbagai macam model, di antaranya jenis pakaian pria, wanita, anak, dan bayi, dengan total kapasitas mencapai 2.550 pcs\/ bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan kami pun telah mengikuti semua peraturan compliance atau persetujuan, serta Kode Etik yang disepakati oleh PBB untuk penerapan Hak Asasi Manusia. Selain itu, produk yang kami hasilkan telah menembus pasar ekspor karena telah memenuhi persyaratan kualitas standar dari pelanggan yang sangat ketat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari konsultasikan kebutuhan Anda sekarang dan hubungi kami melalui<\/span><a href=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/job-order\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">link berikut ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PTSansan.co.id &#8211; Anda mungkin kerap bertanya-tanya, mengapa seragam petugas medis dibuat begitu sederhana dengan model serta warna yang tak banyak variasi juga. Rupanya, pakaian medis yang didesain sesederhana mungkin memang sudah menjadi aturan di dunia kesehatan. Akan tetapi, tahukah Anda ba<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":744,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"sn_id_title":"","sn_id_content":"","sn_id_excerpt":"","sn_meta_desc":"","footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-747","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/747","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=747"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/747\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1445,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/747\/revisions\/1445"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=747"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=747"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=747"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}