{"id":927,"date":"2021-03-31T14:57:41","date_gmt":"2021-03-31T14:57:41","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/tips-mencuci-seragam-berbahan-katun\/"},"modified":"2026-07-28T04:42:47","modified_gmt":"2026-07-28T04:42:47","slug":"tips-mencuci-seragam-berbahan-katun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/tips-mencuci-seragam-berbahan-katun\/","title":{"rendered":"Tips Mencuci Seragam Berbahan Katun"},"content":{"rendered":"<p><b><strong><a href=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/\">PTSansan.co.id<\/a>\u00a0<\/strong><\/b>&#8211; Seringkali, kita menganggap bahwa cara mencuci seragam berbahan katun itu sama dengan bahan pakaian lainnya, atau dengan kata lain, disama ratakan. Padahal, sebetulnya, seragam berbahan katun memiliki karakteristiknya tersendiri. Nah, pernahkah Anda diomeli oleh ibu atau ayah, bahwa mencuci bahan seragam itu harus hati-hati, juga yang terpenting adalah menggosok bagian kerah?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5995 aligncenter\" src=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/01-ilustrasi-mencuci-menggunakan-pemutih-2048x1365-1.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/01-ilustrasi-mencuci-menggunakan-pemutih-2048x1365-1.jpg 300w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/01-ilustrasi-mencuci-menggunakan-pemutih-2048x1365-1.jpg 1024w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/01-ilustrasi-mencuci-menggunakan-pemutih-2048x1365-1.jpg 768w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/01-ilustrasi-mencuci-menggunakan-pemutih-2048x1365-1.jpg 1536w, https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/01-ilustrasi-mencuci-menggunakan-pemutih-2048x1365-1.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Menggosok bagian kerah seragam sangat krusial, mengingat itu adalah bagian yang langsung menempel pada bagian leher penggunanya. Biasanya, di sanalah sarang noda berada.<\/p>\n<p>Apabila tidak digosok, kerah akan berubah menghitam, bahkan menyisakan noda. Duh, bingung, kan cara menghilangkannya? Maka dari itu, 3 tips mencuci pakaian seragam berikut ini bisa membantu Anda agar terhindar dari seragam yang bernoda. Yuk, intip apa saja poin-poinnya.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><b>Tanpa Pemutih<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada dasarnya, pemutih kain terbuat dari campuran air dan bahan kimia, seperti natrium hipoklorit atau natrium perkolat. Bahan pemutih memang ampuh dalam membasmi noda pada kain. Namun, bila Anda masih sering menggunakan pemutih saat mencuci, mulai sekarang ada baiknya dikurangi, bahkan jangan dipakai, utamanya saat mencuci seragam berbahan katun.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5996 aligncenter\" src=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/01-Mencuci-Seragam-Berbahan-Katun.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"167\" \/><\/p>\n<p>Ciri dari seragam yang rusak akibat pemutih di antaranya, kain berubah menjadi kasar, mudah robek, dan warna putih atau cerah kain memudar. Tak hanya sampai di situ, efek dari zat kimia pada pemutih juga berpotensi mencemari lingkungan saat bersentuhan dengan tanah. Kemudian, nantinya air yang dipompa dari tanah tak bisa digunakan. Maka dari itu, demi menjaga ketahanan kain seragam, gunakanlah sabun deterjen yang biasa Anda pakai sehari-hari.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><b>Perhatikan Jenis Kain<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Memperhatikan jenis kain seragam ketika mencuci itu penting, lho. Pasalnya, seragam yang pada umumnya terbuat dari katun campuran itu sebaiknya dicuci menggunakan air dingin, bukan air hangat. Mencuci dengan air dingin ini bisa mempertahankan kekuatan benang pada kain.\u00a0 Misalnya saja, kain berbahan dasar katun, yang lebih cocok di tempat seljuk.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><b>Pisahkan Seragam Dari Pakaian Lainnya<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Seringkali jengkel kan ya bila pakaian ternyata berbeda dari warna dari aslinya karena luntur? Apalagi, untuk pakaian yang memiliki warna cerah. Maka dari itu, saat Anda hendak mencuci, ada baiknya untuk memisahkan antara seragam dan bukan seragam. Lalu, jika terdapat noda pada pakaian seragam, jangan dahulu masukan ke mesin cuci. Anda harus merendamnya dulu untuk melunturkan noda-noda tersebut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5997 aligncenter\" src=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/03_Sansan-Saudaratex_Pabrik.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"167\" \/><\/p>\n<p>Itulah beberapa tips mencuci seragam berbahan katun yang bisa Anda coba di rumah. Nah, bagi Anda yang tengah mencari jasa makloon seragam, PT. Sansan Saudaratex Jaya Divisi Tekstil adalah jawabannya. Dengan kapasitas produksi Dyeing Finishing PT. Sansan Saudaratex Jaya Divisi Tekstil yang mencapai 2.000.000 meter\/bulan, kami terbuka untuk menerima setiap Job Order\/Makloon\/CMT untuk proses Sizing, RFD\/PFD, Dyeing, dan Finishing untuk semua jenis kain woven. Spesialisasi dari produk kami adalah kain-kain seragam (Cotton, TC\/TR) yang memerlukan kestabilan warna dalam quantity yang besar dan memiliki daya tahan cuci yang tinggi (menggunakan metode Vat Dyeing\/Bejana). Segera hubungi kami <a href=\"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/hubungi-kami\/\">di halaman kontak<\/a> untuk pemesanan serta informasi lebih lanjut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Sumber:<\/b> <a href=\"https:\/\/www.businessinsider.com\/how-to-wash-clothes-by-hand?r=US&amp;IR=T\">Business Insider<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PTSansan.co.id\u00a0&#8211; Seringkali, kita menganggap bahwa cara mencuci seragam berbahan katun itu sama dengan bahan pakaian lainnya, atau dengan kata lain, disama ratakan. Padahal, sebetulnya, seragam berbahan katun memiliki karakteristiknya tersendiri. Nah, pernahkah Anda diomeli oleh ibu atau ayah,<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":924,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"sn_id_title":"","sn_id_content":"","sn_id_excerpt":"","sn_meta_desc":"","footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=927"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1468,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/927\/revisions\/1468"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.ptsansan.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}